Minggu, 08 September 2013

KIE Dalam KB



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG
Keberhasilan program keluarga berencana (KB) pada periode –periode yang telah lalu mengantara kita kepada kebijaksanaan yang lebih tinggi sasarannya seperti yang telah tertuang dalam undang-undang no 10 tahun 1992 tentang Pengembangan Kependudukan dan Pengembanagan Keluarga  Sejartera. Dalam undang-undang ini jelas dinyatakan bahwa pengembangan pendudukan diarahkan pada jumlah pendududuk, pengembangan kualitas penduduk dan pengarahan mobolitas penduduk sebagai sumber daya manusia agar menjadi kekuatan pembangunan bangsa yang handal. Pengembangan kependudukan yang hanya dapat dicapai melalui pengembangan keluarga sejahtera yang pada gilirannya akan melahirkan manusia indonesia yang  berkualitas.
Komunikasi, informasi, edukasi (KIE) KB yang dilakukan dengan pendekatan multimedia dengan pesan-pesan yang disampaikan sesuai dengan sasaran dan melibatkan secara intensif unsur-unsur potensial lainya dalam usaha untuk meningkatkan, memantapkan penerimaan masyarakat dalam gerakan KB nasional.














1.2       RUMUSAN MASALAH
1.    Apa pengertian dari KIE ?
2.    Apa tujuan dari KIE?
3.    Tehnik apa saja yang digunakan dalam KIE?
4.    Apa saja jenis kegiatan KIE?
5.    Apa saja prinsip langkah KIE?
6.    Lingkup apa saja yang ada pada konseling?

1.3       TUJUAN
A.    Tujuan khusus
Tujuan khusus pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pelayanan keluarga berencana mengenai KIE dalam KB.

B.     Tujuan umum
1.    Mengetahui pengertian KIE.
2.    Mengetahui apa saja tujuan dari KIE.
3.    Mengetahui tehnik yang digunakan dalam KIE
4.    Mengetahui berbagai jenis kegiatan KIE.
5.    Mengetahui prinsip langkah dari KIE.
6.    Mengetahui lingkup dari pada konseling.














BAB II
 PEMBAHASAN

2.1  Pengertian KIE
Komunikasi adalah penyampaian pesan secara langsung/tidak langsung melalui saluran komunikasi kepada penerima pesan untuk mendapatkan efek.
Komunikasi kesehatan adalah usaha sistematis untuk mempengaruhi perilaku positif dimasyarakat, dengan menggunakan prinsip dan metode komunikasi pribadi maupun komunikasi massa.
Informasi adalah keterangan, gagasan maupun kenyataan yang perlu diketahui masyarakat (pesan yang disampaikan)
Edukasi adalah proses perubahan perilaku kearah yang positif. Pendidikan kesehatan merupakan kompetensi yang dituntut dari tenaga kesehatan karena merupakan salah satu peranan yang harus dilaksanakan dalam setiap memberikan pelayanan kesehatan.
Komunikasi ,informasi dan edukasi (KIE) keluarga berencana yang dilaksanakan departemen kesehatan termasuk dalam pelaksanaan penyuluhan kesehatan pada umumnya.
Dalam melaksanakan program keluarga berencana perlu diperhatikan bahwa bidang tanggung jawab departemen kesehatan mencangkup segi-segi pelayanan medis teknis da pembinaan partisipasi masyarakat. Agar partisipasi masyarakat dapat dicapai perlu ada usaha-usaha penyuluhan kepada masyarakat secra instensif,terutama yang ditukan kepada golongan-golongan yang datang ke fasilitas pealyanan KB dan masyarakat yang berada pada lingkungan  fasilitas pelayanan KB tersebut.
Pada dasarnya usaha-usaha penyuluhan kesehatan dilaksanakan oleh petugas kesehatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat,baik di pusat kesehatan masyarakat maupun melalui saluran komunikasi lainnya.
Demikan pula hal nya dengan penyuluhan kesehatan dalam program keluarga berencana. Kegiatan ini dilakukan terutama oleh petugas-petugas pada fasilitas pelayanan KB baik medic,paramedic,atau non-medis yang bekerja khusus untuk keluarga berencana. Tenaga- tenaga kesehtan lainnya seperti : petugas sanitasi,juru cacar,petugas BCG,dan sebagainya adalah tenaga-tenaga yang potensial menjalankan penyuluhan kesehatan tentang keluarga berencana.
Ada bebebrapa pertimbangan mengapa penyuluhan kesehatan dalam keluarga berencana juga harus dilaksanakan oleh tenaga-tenaga klinik,yaitu :
Pada hakikatnya tugas-tugas penyuluhan kesehatan (termasuk kegiatan-kegiatan penerangan)merupakan tugas-tugas yang tidak dapa dipisahkan dari tugas-tugas utama klinik.
Dokter-dokter di fasilitas pelayanan keluarga berencana  memberikan juga informasi tentang keluarga berencana  dalam memberikan pelayanan medic kepada pasien.
·         Tenaga perawat kesehatan memberikan nasihat-nasihatnya tentang keluarga berencana pada wakltu di klinik maupun pada waktu mengadakan kunjungan rumah.
·         Tenaga administrasi fasilitas pelayanan kesehatan dapat juga memberikan nasihat atau informasi tentang keluarga berencana kepada pasien ketika pendaftaran.
·         Petugas-petugas fasilitas pelayanan kersehatan terutama petugas- petugas dalam lingkungan K.I.A.sudah memperoleh kepercayaan masyarakat disekitarnya,karena sifat-sifat pekerjaan serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat di sekitar fasilitas pelayanan yang bersangkutan

2.2  Tujuan penyuluhan kesehatan dalam program keluarga berencana
1.      Tujuan umum
Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa tujuan penyuluhan kesehatan dalam keluarga berencana adalah agar masyarakat  dapat menjadikan keluarga berencana sebagai pola kehidupannya,artinya : masyarakat mengetahui,memahami serta menyadari pentingnya keluarga berencana,serta melaksanakannya untuk kesehatan,kesejahteraan keluarga,masyarakat dan Negara pada umummnya.
Diharapkan agar kegiatan-kegiatan penyuluhan kesehatan dalam keluarga berencana  dapat meningkatkan jumlah peserta sebanyak mungkin, dan memelihara kesertaan itu hingga melembaga sebagai pola kehidup[an sehari- hari masyarakat kita.
2.      Tujuan khusus
a.  Sasaran menggunakan salah satu metode(alat kontrasepsi) atas dasar kebutuhan adanya pengertian,pengethauan,dan kesdaran akan kegunaannya.
b.  Sasaran menggunakan metode keluarga berencana dalam waktu yang cukup lama sehingga mempunyai pengaruh terhadap :
·     Kelahiran
·     Tingkat kesehatan ibu dan keluarga
·     Tingkat kesejahteraan
c.    Keluarga berencana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga.

2.3  Jenis kegiatan KIE
KIE dapat dikelompokkan menjadi 3 kegiatan :
a.       KIE massa
b.      KIE kelompok
c.       KIE perorangan
Menurut media yang digunakan, kegiatan KIE dapat diperinci sebagai berikut :
1.      Radio
2.      Televisi
3.      Pers surat kabar
4.      Kegiatan promosi
5.      Pameran
6.      Film

Adapun jenis-jenis kegiatan dalam KIE
 1      KIE individu   : Suatu proses KIE timbul secara langsung antara petugas  KIE dengan individu sasaran program KB.
 2      KIE kelompok            : Suatu proses KIE timbul secara langsung antara petugas KIE dengan kelompok (2-15) orang.
 3      KIE  massa      : Suatu proses KIE tentang program KB yang dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat dalam jumlah besar.

2.4 Prinsip langkah KIE
Prinsip yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan KIE :
a.       Memperlakukan klien dengan sopan, baik ramah
b.      Memahami, menghargai dan menerima keadaan Ibu sebagaimana adanya
c.       Memberi penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
d.      Menggunakan alat peraga yang menarik dan mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari.
e.       Menyesuaikan isi penyuluhan dengan keadaan dan resiko yang dimiliki

2.5  Lingkup konseling
A.    Pengertian konseling
Konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan keluarga berencana atau kb dan kesehatan reproduksi. Dengan melakukan konseling berati petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihannya. Disamping itu dapat membuat klien lebih puas. Konseling yang baik juga akan membantu klien dalam menggunakan kontrasepsinya lebih lama dan meningkatkan keberhasilan kb. Konseling juga akan mempengarui interaksi antara petugas dengan klien karena akan meningkatakan hubunga yang sudah ada.
Seringkali konseling diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan baik karena petugas tidak mempunyai waktu dan menyadari pentingnya konseling. Padahal denga konseling klien akan lebih mudah mengikuti nasehat provaider. Konseling adalah proses berjalan dan menyatu dengan semua asfek pelayanan berencana dan bukan hanya informasi yang diberikan dan dibicarakan pada satu kesempatan yakni pada pelayanan kesehatan.

B.     Sikap Petugas Kesehatan Dalam Melakukan Konseling Yang Baik Terutama Bagi Calon Klien KB Baru
1.      Memperlakukan klien dengan baik
Petugas bersikap sabar, memperlihatkan sikap menghargai setiap klien, dan menciptakan suatu rasa percaya diri sehingga klien dapat berbicara secara terbuka dalam segala hal termasuk masalah-masalah pribadi sekalipun. Petugas meyakinkan klien bahwa ia tidak akan mendiskusikan rahasia klien dengan orang lain.
2.      Interaksi antara petugas dan klien
Petugas harus mendengarkan, mempelajari dan m,enanggapi keadaan klien karena setiap klien mempunyai kebutuhan dan tujuan reproduksi yang berbeda. Bantuan terbaik seorang petugas adalah dengan cara memahami bahwa klien adalah manusia yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Oleh karena itu, petugas harus mendorong agar klien berani berbicara dan bertanya.
3.      Memberikan informasi yang baik dan benar kepada klien
Dengan mendengarkan apa yang disampaikan klien berarti petugas mendengarkan informasi apa saja yang dibutuhkan oleh setiap klien. Sebagai contoh pasangan muda yang baru menikah mungkin menginginkan lebih banyak informasi mengenai masalah penjarangan kelahiran. Bagi wanita dengan usia dan jumlah anak cukup mungkin lebih menghendaki informasi mengenai metode oprasi (tubektomi dan vasektomi). Sedangkan bagi pasangan muda yang belum menikah mungkin dikehendaki adalah informasi mengenai infeksi menular seksual (IMS). Dalam memberikan informasi petugas harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti klien dan hendaknya menggunakan alat bantu visual (APBK).
4.           Menghindari pemberian informasi yang berlebihan
Klien membutuhkan penjelasan yang cukup dan tepat untuk menentukan pilihan (informed choise). Namun tidak semuanya klien dapat menangkap semua informasi tentang berbagai jenis kontrasepsi. Terlalu banyak informasi yang diberikan akan menyebabkan kesulitan bagi klien dalam mengingat informasi yang penting. Hal ini disebut kelebihan informasi. Pada waktu memberikan informasi petugas harus memberikan waktu bagi klien untuk berdiskusi, bertanya, dan mengajuakn pendapat.
5.      Membahas metode yang diinginkan klien
Petugas membantu klien membuat keputusan mengenai pilihannya dan harus tanggap terhadap pilihan klien meskipun klien menolak memutuskan atau menangguhkan penggunaan kontrasepsi. Didalam melakukan konseling petugas mengkaji apakah klien sudah mengerti mengenai jenis kontrasepsi, termasuk keuntungan dan kerugiannya serta bagaimana cara penggunaanya.
Konseling mengenai kontrasepsi yang dipilih dimulai dengan mengenalkan berbagai jenis kontrasepsi dalam program keluarga berencana. Petugas mendorong klien untuk berfikir melihat persamaan yang ada dan membandingkan antar jenis kontrasepsi tersebut. Dengan cara ini petugas membantu klien untuk membuat suatu pilihan (informed choise). Jika tidak ada halangan dalam bidang kesehatan sebaiknya klien mempunyai pilihan kontrasepsi sesuai dengan pilihannya. Bila memperoleh pelayanan kontrasepsi sesuai dengan yang dipilihnya, klien akan menggunakan kontrasepsi tersebut lebih lama dan lebih efektif.
6.      Membantu klien untuk mengerti dan mengingat
Petugas member contoh alat kontrasepsi dan menjelaskan pada klien agar memahaminya dengan memperlihatkan bagaimana cara-cara penggunaannya. Petugas juga memperlihatkan dan menjelaskan dengan flip charts, poster, pamphlet atau halaman bergambar. Petugas juga perlu melakukan penilaian bahwa klien telah mengerti. Jika memungkinkan, klien dapat membawa bahan-bahan tersebut ke rumah. Ini akan membentuk klien mengingat apa yang harus dilakukan juga dapat memberitahu kepada orang lain.

C.    Tujuan konseling
1.      Meningkatkan penerimaan. Informasi yang benar, diskusi bebas dengan cara mendengarkan, berbicara dan komunikasi non-verbal meningkatkan penerimaan informasi mengenai KB oleh klien.
2.      Menjamin pilihan yang cocok. Menjamin petugas dan klien memilih cara terbaik yang sesuai dengan keadaan kesehatan dan kondisi klien.
3.      Menjamin penggunaan yang efektif. Konseling efektif diperlukan agar klien mengetahui bagaimana menggunakan KB dengan benar dan mengatasi informasi yang keliru tentang cara tersebut.
4.      Menjamin kelangsungan yang lebih lama. Kelangsungan pemakaian cara KB akan lebih baik bila klien ikut memilih cara tersebut, mengetahui cara kerjanya dan mengatasi efek sampingya.
5.      Agar klien kekurangan masalah manfaat dan kekurangan pelayanan kesehatan.
6.      Agar klien dapat dan ingin merencanakan.
7.      Agar klien membuat pilihan mantap.
8.      Agar klien tahu dimana mendapat pelayanan kesehatan yang ditawarkan.

Dalam konseling diadakan percakapan dua arah untuk :
  1. Membahas dengan calon peserta berbagai pilihan kontrasepsi yang tersedia .
  2. Memberikan informasi selengkap mungkin mengenai konsekuensi pilihannya, baik ditinjau dari segi medis teknis maupun hal-hal lain yang non medis agar tidak menyesal kemudian.
  3. Membantu calon peserta KB memutuskan pilihannya atas metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan keadaan khusus pribadi dan keluarganya.
  4. Membantu peserta KB dalam menyesuaikan diri terhadap kontrasepsi barunya, terutama bila ia mengalami berbagai permasalahan (nyata atau tidak nyata/semu).
Informasi yang diberikan meliputi :
  1. Arti keluarga berecana
  2. Manfaat keluarga berancana
  3. Cara ber-KB atau metode kontrasepsi
  4. Desas-desus tentang kontrasepsi dan penjelasannya
  5. Pola perencanaan keluarga dan penggunaan kontrasepsi yang rasional
  6. Rujukan pelayanan kontrasepsi
Hal-hal yang harus diperhatikan supaya konseling berhasil dengan baik adalah bahwa konseling merupakan suatu kegiatan dalam hubungan antar manusia, dimana kita melakukan serangkaian tindakan yang akhirnya akan memebantu peserta/ calon peserta memecahkan permasalahan yang dihadapinya antara lain masalah pemilihan penggunaan kontrasepsi yang paling cocok dengan keadaan fan kebutuhan yang dirasakannya
Bila setiap calon peserta KB, sebelum memakai kontrasepsi melalui proses konseling yang baik, maka pelangsungan pemakaian akan lebih tinggi.

D.    Jenis konseling
Komponen penting dalam pelayanan KB dibagi 3 tahapan yaitu :
1)      Konseling Awal
ü  Bertujuan menentukan metode apa yg diambil
ü  Bila dilakukan dengan objektif langkah ini akan membentu klien untuk memilih jenis KB yang cocok untuknya.
Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini :
ü Menanyakan langkah yg disukai klien
ü Apa yg diketahui tentang cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannya
2)      Konseling Khusus
ü  Memberi kesempatan k/ untuk bertanya ttg cara KB dan membicarakan pengalamannya
ü  Mendapatkan informasi lebih rinci tentang KB yg diinginkannya
ü  Mendapatkan bantuan untuk memilih metoda KB yang cocok dan mendapatkan penerangan lebih jauh tentang penggunaannya
3)      Konseling Tindak Lanjut
ü  Konseling lebih bervariasi dari konseling awal
ü  Pemberi pelayanan harus dapat membedakan masalah yg serius yang memerlukan rujukan dan masalah yang ringan yang dapat diatasi di tempat

E. Teknik-teknik konseling yang biasa digunakan
  1. Cara supportif; untuk memberikan dukungan kepada peserta / calon peserta, karena mereka dalam keadaan binggung dan ragu-ragu yaitu dengan menenangkan menentramkan dan menumbuhkan kepercayannya bahwa ia mempunyai kemampuan untuk membantu dirinya sendiri.
  2. Katarsis; denagn memberi kesempatan kepada mereka untuk mengungkapkan dan menyalurkan semua perasaan yang dipunyainya untuk menimbulkan perasaan lega.
  3. Membuat refleksi dan kesimpulan atas ucapan-ucapan serta perasaan-perasaan yang tersirat dalam ucapan-ucapannya.
  4. Memberikan informasi yang diperlukannya untuk membantu peserta/ calon peserta membuat keputusan
Perhatian :
Seyogianya petugas tidak memberikan nasehat, karena ini berarti kita yang membuat keputusan. Tetapi ada kalanya kita dituntut untuk memberikan nasihan. Dalam hal ini kita harus memperhatikan bagaimana mereka menerima nasihat tersebut. Supaya mereka mau menerima dan melaksanakan suatu nasihat, maka;
  1. Peserta/calon peserta harus diajak ikut serta menemukan nasihat yang cocok dan sesuai dengan dirinya.
  2. Nasihat harus diberikan dengan sangat hati-hati.






F. Langkah-langkah konseling
Langkah-langkah konseling kb (satu tuju):
Dalam memberikan konseling, khususnya bagi calon klien kb yang baru,hendaknya dapat diterapkan enam langkah yang sudah dikenal dengan kata kunci SATU TUJUH.
Penerapan satu tujuh tersebut tidak perlu dilakukan secara berurutan, karena petugas harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien. Beberapa klien membutuhkan lebih banyak perhatian pada langkah yang satu dibandingkan langkah yang lainnya. Kata kunci satu tujuh adalah sebagai berikut:
  • SA: Sapa dan Salam pada klien secara terbuka dan sopan. Memberikan perhatian sepenuhnya pada meraka dan berbicara pada tempat yang nyaman serta terjamin privasinya. Yakinkan klien untuk membangun rasa percaya diri. Tanyakan kepada klien apa yang perlu dibantu serta jelaskan pelayanan yang dapat diperolehnya.
  • T: Tanyakan pada klien informasi tentang dirinya. Bantu klien untuk berbicara mengenai pengalaman keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, tujuan,kepentingan,harapan,serta keadaan kesehatan dan kehiduypan keluarganya. Tanyaka kontrasepsi yang di inginkan oleh klien. Berikan perhatian perhatian pada kelien apa yang di sampaikan klien sesui dengan kata-kata , gerak isarat dan caranya. Coba tempatkan diri kita didalam hati klien. Perlihatkan bahwa kita memahami. Dengan memahami penngetahuan, kebuutuhan dan keinginan klien, kita dapat membantunya .
  • U: Uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan reproduksi yang paling mungkin, termasuk pilihan beberapa jenis kontrasepsi. Bantulah klien pada jenis kontrasepsi yang paling dia ingini , serta jelaskan pula jenis-jenis kontrasepsi lain yang ada. Juga jelaskkan alternatif kontrasepsi lain yang mungkin diingini olrh klien. Uraikan juga mengenai resiko penularan HIV/AIDS dan pilihan metode ganda.
  • TU: Bantu lah klien menentukan pilihannya. Bantulah klien berpikir mengenai apa yang paling sesui dengan keadaan dan kebutuhannya. Doronglah klien untuk menunjukan keinginannya dan mengajukan pertanyaan. Tanggapilah secara terbuka. Petugas membantu klien mempertimbangkan kritwria dan keinginan klien terhadap setiap jenis kontrasepsi. Tanyakan juga apakah pasangannya akan memberikan dukunga dengan pilihan tersebut. Jika memungkinkan diskusikan mengenai pilihan tersebut pada pasangannya. Pada akhirnya yakinkan bahwa klien telah membuat suatu keputusan yang tepat. Petugas dapat menanyakan:apakah anda sudah memutuskan jenis kontrasepsi?atau apa jenis kontrasepsi terpilih yang akan digunakan?
  • J: Jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi pilihannya. Setelah klien memilih jenis kontrasepsinya, juka diperlukan,perlihatkan alat atau obat kontrasepsinya. Jelaskan bagaimana alat/obat kontrasepsi tersebut digunakan dan bagai mana cara penggunaanya. Sekalilagi doronglah klien untuk bertanya dan petuga menjawab scara jelas dan terbuka. Beripenjelasan juga tentang manfaat ganda metode konrsasepsi, misalnya kondom yang dapat mencegah infeksi menular seksual (IMS). Cek pengetahuan klien tentang penggunaan kontrasepsi pilihannya dan puji klien apabila dapat menjawab dengan benar
  • U: Perlunya dilakukan kunjunagn Ulang. Bicarakan dan buatlah perjanjian kapan klien akan kembali untuk melakukan pemeriksaan lanjutan atau permintaan kontrasepsi jika dibutuhkan. Perlu juga selalu mengingatkan klien untuk kembali apabila terjadi suat




















BAB III
 PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Komunikasi adalah penyampaian pesan secara langsung/tidak langsung melalui saluran komunikasi kepada penerima pesan untuk mendapatkan efek.
Komunikasi kesehatan adalah usaha sistematis untuk mempengaruhi perilaku positif dimasyarakat, dengan menggunakan prinsip dan metode komunikasi pribadi maupun komunikasi massa.
Informasi adalah keterangan, gagasan maupun kenyataan yang perlu diketahui masyarakat (pesan yang disampaikan)
Edukasi adalah proses perubahan perilaku kearah yang positif.
Konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan keluarga berencana atau kb dan kesehatan reproduksi. Dengan melakukan konseling berati petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihannya. Disamping itu dapat membuat klien lebih puas.


3.2 SARAN
     Pembaca diharapkan dapat mengetahui serta memahami lingkup KIE dalam keluarga berencana sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupannya tetapi tidak hanya terpaku pada makalah ini. Karena masih banyak referensi terbaru yang dapat dipelajari.



1 komentar:

  1. The best casino apps for iPhone
    The best casino 시흥 출장샵 apps for iPhone. Download The best mobile casino apps for iPhone. Play 여수 출장안마 slots, table games and hit 김천 출장샵 Jackpot. Claim Welcome Bonus  Rating: 4.4 영천 출장샵 · ‎Review 군포 출장샵 by Anthony Curtis

    BalasHapus